Beranda Nanggroe Tiga Hari Macet, Air PDAM di Alue Naga Banda Aceh Keruh Layaknya...

Tiga Hari Macet, Air PDAM di Alue Naga Banda Aceh Keruh Layaknya Lumpur

BERBAGI
Kondisi air keruh yang dialiri PDAM Banda Aceh di Alue Naga. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Warga di kawasan Gampong Alue Naga Banda Aceh mengeluhkan air yang dialiri dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy yang terlihat kotor layaknya lumpur. Hal ini terjadi setalah warga di kawasan itu tidak mendapatkan aliran air (macet) sejak tiga hari terakhir.

“Airnya seperti ada tanah atau lumpur. Keruh dan kotor. Baru bisa digunakan setelah didiamkan satu jam lebih, menunggu kotoran di airnya turun,” ungkap Ahmad, 25 tahun, warga Gampong Alue Naga, Banda Aceh kepada acehonline.info, Selasa (29/5/2018).

Kondisi ini, kata Ahmad, bukan saja terjadi saat ini, melainkan juga kerap sering terjadi. Menurutnya, warga di kawasan itu lebih sering mendapatkan aliran air PDAM yang keruh, dibandingkan jernih.

“Kalau satu atau dua hari air PAM-nya macet, waktu keluar air pertama pasti jorok. Sekali-kali bersih, tapi lebih sering kotor. Kami dirugikan jika seperti ini, karena tarifnya sudah naik, tapi airnya masih kotor. Kalau macet tidak ada solusi, tapi kalau telat bayar di atas tiga bulan, langsung dipotong,” ujarnya.

Untuk itu, Ahmad berharap Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dapat menunaikan janji kampanyenya, yang menurut Ahmad wali kota telah berjanji akan akan menuntaskan persoalan air bersih di Banda Aceh.

“Sudah berapa orang wali kota ganti-ganti, tetapi membereskan masalah air saja tidak beres,” ungkapnya.

Air keruh yang dialiri PDAM Banda Aceh di Alue Naga.

Sementara itu Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman beberapa waktu lalu ketika ditanyai acehonline.info terkait penyelesaian masalah air bersih mengatakan hal itu akan diselesaikan pada 2019.

“Itu tidak mungkin sekarang, karena butuh investasi dan dana besar. Jadi kalau untuk persoalan air bersih akan diselesaikan pada 2019,” ujarnya.

Meskipun demikian, Aminullah mengatakan saat ini Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya sedikit-demi sedikit untuk memperbaiki saluran air dan menangani permasalahan itu.

“Pelan-pelan sudah kami perbaiki, tapi masih banyak yang kurang. Ini tetap menjadi komitmen kami, karena kami sudah janji kepada masyarakat akan diselesaikan,” ungkapnya.

Air keruh yang dialiri PDAM Banda Aceh di Alue Naga.

Untuk menyelesaikan masalah air bersih ini, Aminullah menambahkan, Pemko Banda Aceh membutuhkan anggaran yang sangat besar. Untuk memperbaiki saluran air bersih di Banda Aceh, kata dia, menghabiskan anggaran hingga Rp 100 miliar.

“Kalau kami serap semua anggaran untuk bangun saluran air bersih, maka program yang lain tidak akan jalan. Jadi, kami mencoba untuk mencari investasi dari luar. Kalau tidak ada dana lain, terpaksa pakai anggaran Banda Aceh, karena yang lain belum pasti,” ujarnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here