Beranda Ekonomi Tanggapi LKPJ Gubernur Aceh 2017, DPRA Nilai Tak Ada Indikator yang Berhasil...

Tanggapi LKPJ Gubernur Aceh 2017, DPRA Nilai Tak Ada Indikator yang Berhasil Dicapai di Bidang Ekonomi

BERBAGI
Juru Bicara Komisi III DPRA Murdani Yusuf saat menyampaikan rekomendasi DPRA terhadap LKPJ Gubernur Aceh 2017. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) merekomendasikan sejumlah poin terkait tanggapan DPRA terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Aceh 2017, dalam sidang paipurna yang digelar Jumat sore, (25/5/2018), di Gedung Utama DPR Aceh.

Juru Bicara Komisi III DPRA, Murdani Yusuf, saat penyampaian rekomendasi di sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRA Irwan Djohan menyebutkan berdasarkan hasil telaah terhadap LKPJ Gubernur Aceh 2017, DPRA menyampaikan beberapa rekomendasi antara lain terkait penyajian data dan informasi dalam LKPJ tersebut dinilai tidak mencerminkan kondisi rill, tidak informatif dan juga tidak ada data pembanding, sehingga sulit dinilai capaian kemajuan kinerja Pemerintah Aceh.

Selanjutnya, dalam rekomendasi itu disebutkan Pemerintah Aceh dinilai tidak sungguh-sungguh dalam mengimplementasikan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, khususnya terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hukum, dan lainnya.

Di bidang ekonomi, DPRA menilai tidak satupun indikator yang berhasil dicapai. Pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 4,19 persen dari target 8 persen.

“Laju pertumbuhan lapangan usaha pertanian hanya tumbuh 2 hingga 3 persen, padahal sumbangannya dalam ekonomi Aceh hampir 30 persen,” ujar Murdani Yusuf.

Meskipun tidak disebutkan dalam LKPJ gubenur, Murdani menambahkan, DPRA menilai persoalan angka kemiskinan di Aceh masih sangat mengkhawatirkan, di mana berada pada posisi tertinggi di Sumatera.

“Demikian juga angka pengangguran, tidak mengalami penurunan yang signifikan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga belum tumbuh ideal. Untuk itu DPR Aceh merekomendasikan kepada gubernur Aceh agar  fokus bekerja, khususnya dalam penyelesaian capaian indikator-indikator pembangunan ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu di bidang keuangan, kata Murdani, DPRA meminta Pemerintah Aceh dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk lebih serius dalam hal mengelola uang rakyat, agar serapan anggaran lebih maksimal.

Untuk meminimalisir atau mengurangi anggaran yang tidak diserap, lanjut Murdani, DPR Aceh merekomendasikan antara lain gubenur Aceh harus menyerahkan laporan realisasi fisik dan keuangan secara triwulan kepada DPRA sebaga lembaga pengawasan.

“Gubernur Aceh perlu mengevaluasi  kepala SKPA dengan menggunakan indikator realisasi serapan anggaran sebagai basis penilaian kinerja. Jika ada SKPA yang serapannya rendah, maka dipertimbangkan untuk diganti,” ujarnya.

Selanjutnya, gubernur Aceh diminta untuk merasionalisasi belanja tidak langsung (belanja pegawai), khususnya pos belanja tambahan penghasilan pegawai negeri sipil (PNS).

“Dalam konteks ini, saudara gubernur harus menagih kembali tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja (TBK) 2017, yang terlanjur dibayarkan kepada aparatur sipil negara pada SKPA BAPPEDA Aceh, Inspektorat Aceh, dan Sekretariat Aceh, karena belum dilakukan perhitungan dan analisis beban kerja,” kata Murdani.

Selanjutnya, dalam rekomendasi yang ditandatangani Ketua DPRA Tgk. Muharudddin itu, DPRA meminta gubernur Aceh untuk menata ulang pengelolaan dan pemanfaatan Dana Otsus dan TDBH Migas, khususnya yang berkaitan dengan strategi dan kebijakan penggunaanya, guna mengantisipasi pasca berakhirnya penerimaan otsus pada 2027.

“Di bidang agama, saudara gubernur harus lebih memperhatikan porsi penanggaran sektor syariat, sesuai dengan pasal 10 ayat 1 dan 2 Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 tentang pokok-pokok syariat Islam,” ujar Murdani yang ditutup Anggota Komisi III DPRA Bardan Sahidi dalam penyampaian rekomendasi berjumlah 66 halaman tesebut. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here