Beranda Ekonomi Perbaiki Akses Jalan Berlumpur di Leuser, Raidin Pinim Alokasikan Anggaran Rp 15...

Perbaiki Akses Jalan Berlumpur di Leuser, Raidin Pinim Alokasikan Anggaran Rp 15 Miliar

BERBAGI
Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim (tengah) dan Anggota DPRA Yahdi Hasan (kiri). [Foto: Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim mengatakan dirinya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar yang bersumber dari dana otonomi khusus untuk membenahi akses jalan masyarakat di Kecamatan Leuser.

Hal itu dikatakan Raidin Pinim di sela-sela kegiatan silaturrahmi dan buka puasa bersama Bupati Aceh Tenggara dengan IKAGARA dan IPMAT Banda Aceh, Sabtu (26/5/2018), di Mayor Kopi Banda Aceh, menanggapi adanya temuan Anggota DPRA Yahdi Hasan yang menemukan jalan berlumpur di Kecamatan Leuser.

Pembenahan akses jalan di kawasan Leuser, kata Raidin Pinim, merupakan hal yang harus dipenuhinya sesuai dengan apa yang telah dijanjikan pada masa kampanye sebelumnya. Di mana Raidin menjanjikan seluruh akses jalan masyarakat di Kecamatan Leuser akan diupayakan seluruhnya teraspal.

“Alokasi anggaran untuk akses jalan masyarakat di Leuser ini akan terus dilakukan hingga lima tahun mendatang, sampai seluruhnya teraspal,” ujarnya.

“Untuk pembangunan yang telah dianggarkan tahun ini, kemungkinan akan selesai pada Oktober mendatang, karena saat ini sedang dalam proses pelelangan,” tambahnya.

Selain itu untuk mahasiswa, Raidin Pinim mengatakan dirinya telah mengalokasikan anggaran beasiswa dan rehab asrama mahasiswa Aceh Tenggara di Banda Aceh.

“Untuk beasiswa anggarannya Rp 10 miliar, dua kali liat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 5 miliar. Sedangkan untuk rehab asrama mahasiswa hanya Rp 200 juta, yang sebelumnya belum pernah dianggarkan,” ujarnya.

Beasiswa ini, kata Raidin, dialokasikan bagi mahasiswa yang meraih indeks prestasi di atas 3,5 ke atas untuk perguruan tinggi negeri dan 3,6 ke atas untuk perguruan tinggi swasta.

“Untuk jumlah mahasiswanya tidak terbatas, berapapun jumlahnya akan kita bantu, asalkan memenuhi syarat,” ujarnya.

Raidin Pinim menambahkan dalam kepemimpinannya saat ini dirinya akan memfokuskan kinerja di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan untuk peningkatan perekonomian masyarakat Aceh Tenggara.

“Lahan 80 persen di Aceh Tenggara masih dikuasai TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser), jadi lahan yang dikuasai masyarakat sangat kecil hanya 20 persen. Kami telah berupaya meminta ke pusat melalui DPR agar lahan untuk pertanian masyarakat dapat ditambah,” ungkapnya.

Anggota DPRA Yahdi Hasan Daerah Pemilihan 8 (Gayo Lues – Aceh Tenggara) berharap adanya kerjasama yang baik antara Pemkab Aceh Tenggara dengan legislatif di DPR Aceh.

“Kami sangat mendukung uapa dan progam yang telah dilakukan Pemerintah Aceh Tenggara untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat. Untuk janji-janji politik yang disampaikan pada kampanye dahulu, akan kita dorong untuk dapat direalisasikan,” ujarnya.

Yahdi Hasan juga mengatakan saat ini banyak persoalan-persoalan yang ditemuinya di Aceh Tenggara, yang salah satunya adalah persoalan lahan pertanian dan perkebunan untuk masyarakat yang minim.

“Kami di DPRA akan berupaya untuk membuat regulasi yang akan mengatur mana batas lahan yang boleh digarap oleh masyarakat dan mana yang masuk dalam kawasan TNGL. Ke kementerian juga akan diupayakan lahan hutan yang dapat bermitra (dikelola) masyarakat untuk peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Pemuda Berkarya Aceh Tenggara, Pandi Sikel, berharap Pemkab Aceh Tenggara dapat menumbuhkan usaha-usaha kreatif para pemuda, untuk mengurangi pengangguran di Aceh Tenggara.

“Jadi para pemuda nantinya tidak hanya bergantung pada honorer atau menjadi pegawai di pemerintahan, jika lapangan kerja adanya lapangan kerja yang banyak,” ujarnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here