Beranda Ekonomi Anggota DPRA Temukan Jalan Berlumpur di Aceh Tenggara

Anggota DPRA Temukan Jalan Berlumpur di Aceh Tenggara

BERBAGI
Jalan berlumpur di Aceh Tenggara. [Dok. Yahdi Hasan]

KUTACANE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan, dalam kegiatan resesnya menemukan jalan dengan kondisi berlumpur dan tidak bisa dilalui masyarakat di Desa Permata Musara (Gajah Mate), Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat Aceh Tenggara mengangkut hasil kebun dan ternak mereka, serta akses yang dapat menghubungkan daerah itu ke Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan.

“Saat ini, jalan itu tidak bisa dilalui saat hujan karena kondisinya berlumpur. Untuk menuju tiga wilayah itu (Subulussalam, Singkil, dan Aceh Selatan), masyarakat Aceh Tenggara harus menempuh melalui Sumatera Utara. Jalan ini sangat diperlukan, karena masyarakat Aceh Tenggara mengangkut hasil kebun dan ternaknya ke kota melalui jalur ini,” kata Yahdi Hasan kepada acehonline.info, Senin (21/5/2018).

Dalam resesnya ke Aceh Tenggara, kata Yahdi Hasan, masyarakat Leuser mengharapkan Pemerintah Aceh untuk serius melakukan pembangunan di wilayah barat selatan.

“Jika pemerintah serius, maka akses jalan ini akan memudahkan masyarakat Aceh Tenggara yang hanya menempuh jarak 70 kilometer menuju Subulussalam dan kabupaten lainnya,” ujarnya.

Persoalan jalan berlumpur itu, Yahdi Hasan menambahkan, telah disampaikan kepada Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim, yang menyatakan akan berupaya untuk membenahi akses jalan masyarakat tersebut.

“Beliau (Raidin Pinim) mengatakan akan membangun jalan ini, karena ini juga merupakan salah satu janji politik beliau kepada masyarakat Leuser saat kampanye dulu,” ungkap politisi Partai Aceh ini.

Kegiatan Reses Anggota DPRA Yahdi Hasan dengan warga Aceh Tenggara. [Dok. Yahdi Hasan]
Namun demikian, Yahdi Hasan mengatakan dirinya juga akan membawa persoalan tersebut ke provinsi, untuk disampaikan nantinya kepada dinas terkait agar dapat membantu Pemerintah Aceh Tenggara supaya membenahi akses jalan tersebut.

“Jika hanya mengandalkan anggaran kabupaten, tentu realisasinya akan lambat. Untuk itu, juga diharapkan dukungan dari Pemerintah Aceh, karena masyarakat Aceh Tenggara sangat merindukan adanya pembangunan saranan fasilitas umum. Untuk itu, Pemerintah Aceh harus lebih memprioritaskan pembangunan yang lebih menyentuh langsung untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here