Beranda Nanggroe Ada Seribuan Sumur Minyak Berbahaya di Aceh Timur

Ada Seribuan Sumur Minyak Berbahaya di Aceh Timur

BERBAGI
Sumur minyak yang meledak di Aceh Timur beberapa waktu lalu.[Foto: BPBA]

IDI – Terdapat seribuan sumur minyak ilegal di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang dinilai membahayakan dan berpotensi sewaktu-waktu bisa meledak.

“Kami sedang melakukan pendataan sumur-sumur minyak di sejumlah desa dan hingga saat ini tim sudah berhasil mendata 120 sumur minyak di Desa Pasir Putih,” kata Camat Ranto Peureulak, Saiful kepada wartawan di Idi, Jumat (11/5/2018).

Seribuan sumur minyak tersebut tersebar di beberapa desa di Kecamatan Ranto Peureulak seperti selain di Desa Pasir Putih, juga terdapat di Bhom Lama, Buket Pala, Alue Udep, Mata Ie, Pertamina, Seuneubok Dalam, Pulo Blang, Seuleumak Muda, Berandang, dan Desa Blang Barom.

Diperkirakan, pendataan tersebut salah satu langkah penertiban yang akan dilakukan pihak keamanan, sehingga potensi ledakan dan kebakaran dapat diminimalisasi.

“Meskipun nantinya pengelolaan dilegalkan, maka tentu akan berjalan sesuai dengan aturan dan sumur minyak tersebut seluruhnya sumber kehidupan masyarakat,” kata Saiful.

Hingga saat ini, tim yang dibentuk pihak kecamatan itu masih melakukan pendataan di Desa Putih dan sudah tercatat 120 sumur.

“Kita belum ke 10 desa lainnya. Kita perkirakan lebih 1.000 sumur minyak dalam kecamatan ini, baik statusnya bekas sumur minyak atau sedang dalam produksi yang disuling secara tradisional oleh masyarakat,” kata Saiful.

Tim Pendataan Sumur Minyak melibatkan pegawai Kantor Camat Ranto Peureulak, personel Makoramil Ranto Peureulak dan personel Mapolsek Ranto Peureulak serta tokoh masyarakat dan aparatur desa setempat.

Tim yang diketuai oleh Plh Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Muhammad Daud, sudah mulai mendata sumur minyak sejak, Kamis (10/5) pagi dan akan berlangsung hingga selesai pendataan seluruh desa yang memiliki sumur minyak.

Pendataan juga didukung masyarakat setempat dengan harapan ke depan pengelolaan sumur minyak dilegalkan oleh pemerintah, seperti melalui wadah koperasi bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kita terus mendata sumur-sumur minyak dan nantinya hasil akan kita laporkan ke pimpinan,” kata Saiful.

Diberitakan, ledakan dan kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (25/4) menelan korban jiwa 24 orang tewas dan 34 lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit dalam Provinsi Aceh. [AntaraAceh]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here