Beranda Nanggroe M JAFAR: Pemerintah Aceh Tidak Berniat Rahasiakan Dokumen Pergub APBA

M JAFAR: Pemerintah Aceh Tidak Berniat Rahasiakan Dokumen Pergub APBA

BERBAGI
Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh M. Jafar. [Foto: Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh M. Jafar mengatakan Pemerintah Aceh tidak berniat untuk merahasian dokumen Pergub APBA 2018 yang diminta oleh DPR Aceh. Hal itu karena menurutnya, dokumen APBA tersebut merupakan milik publik yang boleh dilihat dan diketahui semua pihak serta masyarakat Aceh.

“Gubernur kemarin belum menyerahkan karena penyerahan dokumen ini ke DPRA butuh waktu karena harus dicetak sampai seratus eksamplar, tentu ini butuh waktu,” kata M. Jafar kepada acehonline.info, Senin (7/5/2018) usai menghadiri paripurna penetapan komisioner KIP Aceh terpilih di Gedung Utama DPR Aceh.

Dari informasi yang diterimanya, M. Jafar mengatakan gubernur Aceh telah membalas surat DPR Aceh dan menyerahkan dokumen pergub APBA yang diminta tersebut.

“Dari informasi yang saya terima, dokumen pergub APBA sudah diserahkan oleh gubernur ke DPRA pada Kamis, 3 Mei 2018 kemarin,” ujarnya.

M. Jafar menjelaskan Pemerintah Aceh tidak berniat untuk tidak memberikan atau merahasiakan dokumen itu, karena dokumen Pergub APBA merupakan milik publik, yang harus diketahui semua pihak dan elemen masyarakat.

“Dokumen Pergub APBA meski tidak dibahas bersama dengan DPRA, memiliki kedudukan yang sama dengan qanun. Tentunya, produk hukum ini harus disebarluarkan setelah disahkan. Penyerahan ini terlambat karena butuh waktu untuk dicetak. Jadi saya kita saat ini tidak ada persoalan lagi, itu terkendala tekhnis saja sebenarnya,” ujar M. jafar.

Sementara itu terkait gugatan yang akan dilayangkan DPR Aceh, M. Jafar mengatakan hingga kini Pemerintah Aceh belum menerima infomasi resmi terkait hal tersebut.

“Nanti kalau sudah digugat tentu akan diberitahukan dan nantinya Pemerintah Aceh akan mengkaji bagaimana menyikapi gugatan tersebut,” ujarnya.

Pemerintah Aceh, M. Jafar menambahkan, siap emnghadapi gugatan yang akan dilayangkan DPR Aceh tersebut.

“Insya Allah siap. Setiap gugatan kan harus dilakukan pembelaan. Jadi kita tetap mengikuti prosedur sesuai hukum yang berlaku. Bagaimana keputusan dan kewenangannya nanti, itu merupakan hak dari Mahkamah Agung,” ujarnya.

Terkait pergub APBA yang dinilai ilegal oleh DPRA, M. Jafar mengatakan Pergub APBA telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dari segi alasan dan prosedur, semua sudah ditempuh. Misalnya proses pembahasan sudah dilakukan dengan DPRA yang kemudian tidak ada titik temu, yang akhirnya dilaporkan ke Mendagri. Di Kemendagi juga sudah dilakukan mediasi yang juga tidak ada titik temu. Yang akhirnya mendagri menyetujui APBA diputuskan dalam bentuk pergub yang pembahasannya dilakukan Pemerintah Aceh bersama dengan Kemendagri,” ujar M. Jafar.

“Jadi menurut kami Pergub APBA telah sesuai prosedur. Soal subtansi tentu itu tergantung pada evaluasi Mendagri, karena putusan final terdahap subtansi itu ada di Mendagri,” tambahnya.

Maka dari itu, M. Jafar mengatakan Pemerintah Aceh dalam merealisasikan APBA 2018 mengacu kepada apa yang telah diputuskan dan disetujui oleh Mendagri.

“Pergub APBA sudah ditetapkan dan berlaku, yang harus segera dilaksanakan. Pemerintah Aceh saat ini juga berupaya memacu realisasi anggaran karena sudah terjadi keterlambatan, agar tidak mempengaruhi realisasi dari APBA itu sendiri nantinya,” ungkap M. Jafar.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Muharuddin mengatakan dirinya sudah tiga kali menyurati Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terkait permintaan salinan dokumen Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018). Namun, gubernur Aceh tidak membalas dan menggubris surat dan permintaan DPR Aceh tersebut.

Dokumen APBA itu, Tgk. Muharuddin menjelaskan diperlukan untuk menjalankan fungsi pengawasan DPRA terhadap pelaksanaan APBA 2018 yang dijalankan oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). [Reza Gunawan]

BERBAGI

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here