Beranda Nanggroe Haji Uma Bantu Normalisasi Saluran Pembuangan di Kebun Warga Aceh Tamiang

Haji Uma Bantu Normalisasi Saluran Pembuangan di Kebun Warga Aceh Tamiang

BERBAGI
Haji Uma membantu normalisasi saluran pembuangan di kebun warga Aceh Tamiang. [Foto: Istimewa]

KUALA SIMPANG – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma melakukan pertemuan dengan DPRK Aceh Tamiang dan peninjauan langsung kondisi proyek normalisasi saluran pembuangan di Kampung Pangkalan, Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Jumat (4/5/2018).

Kunjungan Haji Uma itu untuk berdialog terkait masalah proyek normalisasi di lahan kebun kelapa sawit milik masyarakat. Dari keterangan Haji Uma, dirinya mendapat keluhan dari masyarakat pemilik lahan yang dirugikan oleh dampak proyek normalisasi tersebut.

“Padahal Kamis kemarin, saya di Tamiang rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang. Rencana akan menuju ke Lhokseumawe. Tapi karena adanya laporan masyarakat, jadi kembali ke Tamiang,” ujar Haji Uma dalam siaran pers yang diterima acehonline.info, Sabtu (5/5/2018), di Banda Aceh.

Menurut Haji Uma, setelah mendapat laporan Haji Uma langsung menghubungi Ketua DPRK Aceh Tamiang dan menanyakan persoalannya. Hasilnya, Haji Uma diundang bertemu dikantor DPRK dan peninjauan lapangan bersama yang melibatkan Ketua DPRK dan anggota Komisi D, Dinas Pekerjaan Umum dan unsur terkait pada Jumat pagi.

Haji Uma sendiri tiba dikantor DPRK Aceh Tamiang sekitar pukul 10.00 WIB bersama unsur masyarakat pemilik kebun sawit yang terkena dampak proyek normalisasi.  Setelah proses dialog, kemudian disepakati kunjungan ke lokasi usai shalat Jumat.

Di lokasi perkebunan kelapa sawit, Haji Uma yang didampingi beberapa usnsur terkait menelusuri saluran proyek normalisasi di areal kebun kelapa sawit dengan berjalan kaki sekitar 2 kilometer. Di titik ujung proyek yang dekat dengan situs Gunung Kerang, Haji Uma bersama para pihak yang juga ikut Datok Penghulu Kampung Pangkalan dan Camat Kejuruan Muda kamudian berdialog untuk mencari solusi penyelesaian masalah. Dari dialog itu disepakat pengerokan saluran hingga tidak lagi berdampak terhadap lahan kebun sawit rakyat.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, diturunkan alat berat eskavator yang dipinjamkan oleh Dinas PU selama tiga hari. Sementara itu, untuk mendukung operasional kerja, Haji Uma menyumbang bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 1 (satu) ton dan bantuan biaya tenaga operator. Selain itu, Haji Uma juga membantu biaya untuk 10 pohon kelapa yang akan dijadikan jembatan bagi pengangkutan hasil panen kelapa sawit milik masyarakat nantinya.

“Alhamdulillah, upaya yang kita lakukan walaupun harus menempuh medan yang lumayan berat akhirnya terbayar dengan lahirnya kesepakatan bersama sebagai langkah tindak lanjut untuk penyelesaian masalah,” ungkap Haji Uma.

Sementara itu, salah satu pemilik lahan yang terkena dampak proyek itu mengucapkan trima kasih kepada Haji Uma yang telah meluangkan waktu untuk menindaklanjuti keluhan dan aspirasi yang disampaikan. Masalah menurutnya sudah lama terjadi, bahkan DPRK setempat sudah membentuk tim pansus, namun belum dapat menyelesaikan masalah secara kongkrit.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon bersama anggota Komisi D DPRK Aceh Tamiang  Syaiful Sofyan mengakui pihaknya telah mengajukan alokasi anggaran untuk pembangunan talut pada tahun anggara 2018. Namun karena terkendala waktu, dana itu belum terealisasi. Rencananya, anggaran ini akan diupayakan kembali pada APBK Perubahan atau APBK tahun 2019 nantinya. [RILIS]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here