Beranda Nanggroe RSUDZA Bantah Pungut Biaya Tabung Oksigen dari Pasien Bocor Jantung yang Dirujuk...

RSUDZA Bantah Pungut Biaya Tabung Oksigen dari Pasien Bocor Jantung yang Dirujuk ke Jakarta

BERBAGI
Bocah Amira, pasien bocor jantung asal Aceh Selatan yang dirujuk ke Jakarta. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) membantah adanya pungutan biaya untuk tabung oksigen sebesar Rp 17 juta bagi pasien bocor jantung, Amira Salsabila, balita berusia 4,9 tahun asal Aceh Selatan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSUCM) di Jakarta.

“Biaya penggunaan alat bantu oksigen selama penerbangan ke Jakarta tersebut merupakan biaya yang dibebankan oleh pihak maskapai  penerbangan kepada pasien dan dibayarkan oleh pihak keluarga pasien langsung kepada pihak maskapai penerbangan,” kata Kasubbag. Informasi, Komunikasi dan Kerjasama RSUDZA, Rahmady, dalam siaran persnya yang diterima acehonline.info, Minggu (29/4/2018), di Banda Aceh.

Rahmady menjelaskan, Pemerintah Aceh menanggung seluruh biaya perjalanan pasien dan satu orang pendamping (keluarga pasien) untuk keberangakatan hingga kepulangan saat rujukan dilakukan ke luar daerah.

“RSUDZA sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak pernah mewajibkan (membebankan) pembayaran kepada pasien (JKA/JKRA]. Khususnya penggunaan alat bantu oksigen sebesar 17 juta rupiah selama penerbangan ke Jakarta, sebagaimana dimuat dalam pemberitaan dimaksud,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPD-RI Sudirman yang akrab disapa Haji Uma mendapat informasi adanya pasien bocor jantung yang dibebankan biaya tiket dan tabung oksigen sebesar Rp 17 juta rupiah di RSUZA untuk dapat dirujuk ke Jakarta. Keluarga pasien diharuskan membayar biaya itu kepada RSUZA.

Informasi itu diperoleh Haji Uma dari Thaisir, yang merupakan ayah dari pasien bocor jantung tersebut. Mendapat informasi itu, Haji lalu mengirimkan tim untuk mengecek kebenaran informasi adanya biaya yang tidak ditanggung dalam layanan BPJS itu, yang akhirnya memberikan dana pribadinya membantu keluarga pasien agar dapat berangkat untuk dirujuk ke Jakarta.[]

BERBAGI

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here