Beranda Nanggroe Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, Gubernur akan Berkoordinasi dengan Kapolda terkait...

Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, Gubernur akan Berkoordinasi dengan Kapolda terkait Penutupan Tambang Illegal

BERBAGI
Sumur Minyak Illegal di Aceh Timur Meledak' [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan kepala kepolisian daerah Aceh (Kapolda Aceh) terkait penertiban untuk menutup tambang-tambang illegal yang ada di Aceh.

“Untuk di Aceh Timur (sumur minyak di Ranto Peureulak) sementara ditutup,” kata Irwandi Yusuf kepada wartawan terkait tragedi meledaknya sumur minyak di Aceh Timur usai menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2017, Rabu (25/4/2018), di Gedung Utama DPR Aceh.

Terkait persoalan sumur minyak itu, Gubernur mengatakan adalah pengeboran illegal yang tidak memiliki izin, di mana juga diketahui aparat kepolisian.

“Namun jika kita mau tindak secara keras, maka itu adalah ladang pencaharian masyarakat. Sebelumnya juga ada terjadi, tapi tidak sedahsyat ini,” ujarnya.

Gubernur Aceh mengatakan akan mempertimbangkan saran dari anggota DPRA yang menyatakan tambang-tambang illegal di Aceh diberikan saja pengelolaannya kepada masyarakat. Namun, pengelolaannya dilakukan secara professional dan dilakukan pengawasan ketat.

Ketika ditanyai soal sikap Pemerintah Aceh, Irwandi mengatakan untuk sementara akan menutup sumur minyak di Ranto Peureulak tersebut, hingga ditemukan formula yang tepat untuk pengelolaanya. Gubernur akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait lainnya terkait langkah yang akan dilakukan terhadap tambang illegal di Aceh, khususnya Aceh Timur.

“Untuk menutup mudah, polisi yang akan tutup. Soal intruksi tidak perlu, yang namanya melanggar hukum ya akan ditutup. Tapi nanti akan saya koordinasikan dengan Kapolda,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRA Nurzahri dalam sidang paripurna menyarankan Pemerintah Aceh membentuk tim evaluasi terkait persoalan tambang liar di Aceh Timur terkait pengeboran minyak tersebut.

“Persoalan ini sudah berlarut-larut, sayangnya tidak ada penanganan yang spesifik yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, Nurzahri meyarankan kepada Pemerintah Aceh pertambangan liar di Aceh Timur dijadikan pertambangan rakyat  yang dikelola secara professional di bawah Badan Pengelolaan Migas Aceh serta pantauan dinas pertambangan.

“Harus ada solusi kongkrit, karena musibah ini sudah terjadi berulang kali,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan Pemerintah Aceh telah menurunkan tim terkait musibah yang terjadi di Aceh timur.

“Kadis ESDM sudah menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk teknis pemadaman, kemudian BPBA dan Kadis sosial juga sudah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada para korban,” ujar Nova. [Ian Rifa’i]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here