Beranda Nanggroe Sepasang Kekasih di Aceh Utara Dirampok Pria Bersenjata, Wanitanya Dilecehkan

Sepasang Kekasih di Aceh Utara Dirampok Pria Bersenjata, Wanitanya Dilecehkan

BERBAGI
Ilustrasi perampokan bersenjata

LHOKSUKON – Sepasang kekasih yang telah berstatus tunangan di Aceh Utara dirampok pria bersenjata di kawasan pantai Desa Paya Bateung Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Jumat malam (20/4/2018). Kedua korban dianiaya dan dilecehkan, serta disekap dan diborgol dalam sebuah gubuk di pinggir pantai tersebut.

Informasi yang diperoleh acehonline.info, korban perampokan itu adalah Hr (27) warga Desa Sawang Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Sedangkan wanitanya yaitu Kt (34) warga Cot Usi Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Sepeda motor korban jenis Yamaha Vixion Bl 3512 JO, tiga handphone, beserta uang Rp 5 juta dirampas komplotan bersenjata tersebut.

Kapolsek Baktiya Barat Iptu Musa, Senin (23/4/2018) menyebutkan, perampokan itu berawal saat Hr dihubungi teman yang baru dikenalnya satu bulan berinisial Ad yang merupakan Warga Lapang, Aceh Utara. Ad meminta Hr untuk bertemu di Keude Sampoiniet karena ada pekerjaan yang akan dikerjakan berdua.

“Hr mengajak kekasihnya Kt untuk berangkat ke Keude Sampoiniet yang akhirnya bertemu Ad. Dia lalu mengajak pasangan kekasih itu ke pantai untuk membicarakan pekerjaan dengan alasan sambil bakar ikan,” ujar Iptu Musa.

Iptu Musa menambahkan, Hr lalu mengikuti ajakan Ad tanpa curiga. Sampai di sebuah gubuk, Ad langsung memperlihatkan sebuah kantong hitam kepada Hr, namun korban tidak mengetahui isi kantong tersebut.

“Ini pekerjaannya ya, kata Ad. Saat itu keluar lima pria dari semak-semak, satu di antaranya berbaju loreng dan menenteng senjata laras panjang. Sedangkan empat lainnya berpakaian preman tapi membawa parang. Kemudian tanpa basa-basi langsung menangkap sepasang kekasih itu. Sedangkan Ad langsung kabur,” kata Kapolsek Baktiya Barat.

Komplotan perampok itu, kata kapolsek, langsung memukul Hr dengan tangan dan popor senjata. Dan merampas barang berharga dan uang milik korban. Padahal, uang itu akan digunakan Hr untuk membeli emas sebagai mahar pernikahannya dengan Kt.

“Kemudian Hr bersama kekasihnya diborgol dan disekap dalam gubuk di pantai tersebut. Setelah disekap beberapa jam kemudian, mereka mengantarkan keduanya dengan ke Halte Sampoiniet dan memberikan uang Rp 100 ribu untuk ongkos mobil,” jelas Iptu Musa.

“Saat melaporkan kasus tersebut ke Maposek Baktiya Barat, kondisi korban pincang karena mengalami kesakitan mengaku karena dipukul. Setelah mendapatkan laporan, kami mengerahkan anggota ke lokasi untuk proses penyelidikan. Kasus itu sekarang sudah ditangani Polres Aceh Utara,” tambahya. [Zuammar Pase]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here