Beranda Nanggroe Tak Ditemui Gubernur Aceh, Aksi Bela Qanun Jinayat 194 Ricuh

Tak Ditemui Gubernur Aceh, Aksi Bela Qanun Jinayat 194 Ricuh

BERBAGI

BANDA ACEH – Aksi ormas Islam yang menggelar unjukrasa di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (19/4/2018), sempat mengalami kericuhan, diduga karena Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tidak menemui massa, yang hanya diwakilkan oleh para asisten Pemerintah Aceh dan Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh. Massa menolak gubernur mengirimkan perwakilan yang akhirnya terjadi kericuhan.

Informasi yang diperoleh acehonline.info, kericuhan itu juga diduga terjadi dikarenakan ada massa yang mencoba untuk menarik salah seorang perwakilan Pemerintah Aceh yang mewakili gubernur Aceh saat menemui massa. Meski sempat ditarik massa, pejabat itu akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian ke dalam Kantor Gubernur Aceh.

Saat kericuhan terjadi, pemimpin massa ormas Islam melalui pengeras suara meminta massa untuk menahan diri, karena aksi itu adalah aksi damai dan tidak dilakukan dengan anarkis. Para laskar FPI dan massa diminta untuk tidak memasuki Kantor Gubernur Aceh dan kembali ke barisan.

Namun, suasana kembali memanas ketika diketahui ada mahasiswa yang ikut terlibat dalam aksi itu diamankan oleh aparat kepolsian.

Pimpinan aksi kembali berteriak meminta massa untuk manahan diri dan tidak memasuki Kantor Gubernur Aceh. Dia kembali menegaskan aksi itu adalah aksi damai dan meminta massa untuk tidak terprovokasi dan melakukukan hal-hal anarkis.

Dalam aksi itu, para massa ormas Islam juga diminta untuk mengantisipasi adanya provokator di luar peserta aksi bela Qanun Jinayat yang memancing kericuhan agar massa bertindak anarkis.

“Semuanya kami minta menahan diri, Bagi mahasiswa yang ditangkap, nanti akan dipertanyakan mengapa ditangkap. Ini negara hukum, kita tidak perlu takut, kita akan mempertanyakan persoalan hukumnya kenapa ditangkap. Nanti kita akan kita meminta pihak kepolisian melepaskan mahasiswa yang ditangkap,” teriak salah seorang orator.

“Kami mohon kepada pak polisi untuk melepaskan adik-adik mahasiswa yang ditangkap, mungkin itu salah paham. Aksi ini adalah aksi damai, kami tidak ada niat melakukan anarkis,” tambahnya.

Kericuhan itupun mereda setelah massa ormas Islam mendapat penjelasan dari Kapolresta Banda Aceh yang mengatakan mahasiswa yang diamankan polisi itu dalam keadaan baik-baik saja dan sedang beristirahat.

Menjelang Dzuhur, massa akhirnya membubarkan diri menuju masjid dan akan kembali menggelar aksi usai shalat di Kantor DPR Aceh. Sementara koordinator aksi itu bersama perwakilan mahasiswa menemui aparat keamanan untuk bermusyawarah agar mahasiswa yang diamankan itu dapat dibebaskan. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here