Beranda Hukum Haji Uma Ungkap Adanya Oknum Penipu Keluarga TKI Aceh yang Meninggal Dunia...

Haji Uma Ungkap Adanya Oknum Penipu Keluarga TKI Aceh yang Meninggal Dunia di Malaysia

BERBAGI
Paspor TKI asal Aceh yang meninggal dunia di Malaysia. [Istimewa]

BANDA ACEH – Junaidi (30), warga Aceh asal Peudawa Rayeuk, Aceh Timur meninggal dunia di Malaysia, Rabu (18/4/2018). Junaidi bersama rekannya mengalami musibah kecelakaan kerja, di mana truk yang ditumpanginya mengalami rem blong, sehingga terperosok ke dalam jurang di kawasan perkebunan kelapa sawit, daerah Kuala Lipis, Pahang-Malaysia.

Dari informasi yang diperoleh Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, disebutkan bahwa Junaidi merupakan nak ketiga pasangan Adnan dan Aminah.

“Dia sebenarnya hanya berkunjung ke tempat kerja rekannya dan menumpang truk yang dikendarai temannya hingga terjadi musibah yang merenggut nyawanya. Sedangkan teman korban, dikakarkan selamat,” kata Haji Uma dalam siaran pers yang diterima acehonline.info, Kamis (19/4/2018), di Banda Aceh.

Sementara itu, Haji Uma menjelaskan, perusahaan teman korban bekerja tidak bersedia menanggung biaya apapun dengan alasan korban bukan sebagai pekerja di perusahaan tersebut.

“Dengan kondisi ini, Abu Saba dari KANA Group melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi dan menggalang bantuan proses pengurusan dan pemulangan jenazah korban ke Aceh. Hingga akhirnya pihak Vihara Yayasan Murni Sakti, Idi Rayeuk Aceh Timur ikut membantu,” jelasnya.

Namun, kata Haji Uma, di balik musibah yang menimpa Junaidi, ternyata terselip cerita miris yang disampaikan oleh keluarga korban di Aceh, yaitu adanya pihak tertentu yang ingin memanfaatkan kondisi itu. Di mana, Haji Uma menjelaskan, ada oknum yang meminta kepada keluarga korban untuk mengirimkan biaya pengganti yang telah dikeluarkan dalam proses pengurusan jenazah korban.

Paska musibah yang menimpa Junaidi, Haji uma intens berkomunikasi dengan Abu Saba dari KANA Group di Malaysia. Haji Uma menerima kabar bahwa telah ada donatur yakni Yayasan Murni Sakti, Idi Rayeuk, Aceh Timur, yang menyerahkan bantuan dana langsung ke Abu Saba, ketua Grup (KANA).

“Namun sorenya, saya menerima berita dari  Anggota DPRA asal Aceh Timur bahwa dari laporan keluarga korban, ada dua orang tak dikenal yang menelpon keluarga korban dan meminta dikirimkan biaya pengganti sebanyak 18  dan 15 juta rupiah melalui BNI.

“Kepada keluarga korban saya meminta jangan terkecoh, karena saya sudah memastikan bahwa Abu Saba tidak pernah meminta uang kepada keluarga almarhum. Jadi itu ulah oknum tertentu yang ingin memeras dengan mencatut nama pihak tertentu,” ungkap Haji Uma.

Terkait kejadian itu, Haji Uma mengaku sedih, karena di saat musibah yang dialami keluarga korban, ternyata masih ada pihak yang rela melakukan tindakan yang tidak terpuji tersebut.

“Saya berharap agar tindakan oleh oknum tak dikenal ini diusut oleh aparat hukum atas unsur penipuan dan pemerasan terhadap keluarga korban,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Haji Uma, jenazah almarhum masih disemayamkan di Hospital Kuala Lipis, Pahang. Di mana baru selesai dilakukan olah forensik dan kemudian akan dilanjutkan untuk proses kelengkapan berkas dan administrasi oleh imigrasi untuk dipulangkan ke Aceh.

“Kemungkinan jenazah almarhum Junaidi baru bisa diberangkatkan ke Aceh pada hari Jumat 20 April 2018 nantinya,” ujar Senator asal Aceh ini. [RILIS]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here