Beranda Nanggroe Wali Nanggroe: Semua Partai Harus Memperjuangkan Kepentingan Aceh

Wali Nanggroe: Semua Partai Harus Memperjuangkan Kepentingan Aceh

168
BERBAGI
Ketua Majelis Tuha Peut DPA Partai Aceh Tgk Malek Mahmud Al-Haythar. [Foto: Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Tengku Malek Mahmud Al-Haythar yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tuha Peut Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA- PA) berharap kepada semua partai yang ada di Aceh untuk dapat memperjuangkan
kepentingan Aceh.

“Kita harus tahu membedakan apa kepentingan Aceh, apa kepentingan negara Indonesia, apa kepentingan negara ini dan apa kepentingan negara luar. Jika kita tahu kepentingan Aceh maka kita akan kabur. Ini penting bagi kita sebagai orang Aceh dari partai apapun untuk memperjuangkan kepentingan Aceh,” kata Tgk. Malek Mahmud dalam sambutannya usai pelantikan Pengurus DPA Partai Aceh, Selasa malam (10/4/2018), di Banda Aceh.

Dari hasil perjuangan yang begitu lama itu, Tgk. Malek Mahmud juga mengatakan Aceh telah memperoleh hak-hak yang istimewa yang tidak ada di provinsi lainnya di Indonesia.

“Ini adalah hak-hak kita dan kepentingan kita yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Tugas sejarah yang berat itu, kata Tgk. Malek Mahmud, akan dapat dipikul bersama dengan persatuan, kerja keras, dan pengorbanan yang lebih besar.

“Ini adalah salah satu syarat untuk kita menjadi bangsa yang besar. Kita jangan terjebak dalam perpecahan,” ujarnya.

Selain itu, Tgk. Malek Mahmud juga berharap seluruh masyarakat Aceh dapat berjuang untuk mengembalikan Aceh menjadi bangsa yang besar seperti masa kejayaan Aceh sebelumnya.

Dalam sambutannya, Tgk. Malek Mahmud juga menyampaikan pesan yang sering  disampaikan Almarhum Wali Nanggroe Aceh Tgk. Hasan Muhammad Ditiro, yaitu “Geutanyoe ureung Aceh beutaturi droe teuh soe geutanyoe, beutatusoe soe indatu geutanyoe. Pakiban keumah geupeugot Aceh sebagoe bangsa yang rayeuk dan dituri lee donya. Jinoe keuh masa jih, beu ek tapuwoe keulai pue yang ka gadoh nibak geutanyoe Aceh (Kita orang Aceh harus mengenal siapa kita, harus mengetahui siapa nenek moyang kita. Bagaimana orang terdahulu mampu membangun Aceh sebagai bangsa yang besar dan dikenal dunia. Inilah masanya, untuk kita mengembalikan kembali apa yang hilang di diri kita orang Aceh),” ujarnya.

Untuk membangun Aceh sebagai bangsa yang besar, kuat, makmur dan damai, Tgk. Malek Mahmud mengatakan masyarakat Aceh harus memiliki jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan badai.

“Kita akan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan, namun kita harus yakin kita dapat menghadapi tantangan itu,” ujar Tgk. Malek Mahmud.

“Ini saatnya kita menyatukan hati dan tujuan perjuangan bersama rakyat Aceh, untuk mewujudkan Aceh yang bermartabat, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tambahnya.

Partai Aceh, Tgk Malek Mahmud mengatakan, adalah hasil perjuangan masyarakat Aceh. Hasil perjuangan ini, menurutnya telah mengorbankan jiwa dan harta, serta meninggalkan ribuan anak yatim dan inoeng balee (janda) di berbagai daerah di Aceh.

Untuk itu, kepada pengurus yang telah dilantik dan diambil sumpahnya, Tgk. Malek Mahmud berharap agar betul-betul menjalankan tugas yang telah diamanahkan dengan baik. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here