Beranda Nanggroe KIP Aceh Akan Melakukan Penelitian dan Pencocokan Data Pemilih Pemilu 2019

KIP Aceh Akan Melakukan Penelitian dan Pencocokan Data Pemilih Pemilu 2019

BERBAGI
Ilustrasi pemilih. [Istimewa]

BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akan melakukan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2019 dengan melakukan pencocokan dan penelitian (coklik) langsung ke rumah warga pada 17 April 2018 mendatang. Kegiatan ini, akan berlangsung serentak di seluruh Aceh hingga Agustus 2018 mendatang.

“Kami sudah terima data legal kependudukan dan data potensial pemilih dari KPU, data ini nantinya akan kami cocokkan untuk pemutakhiran data pemilih,” kata Komisioner KIP Aceh, Junaidi, Selasa (10/4/2018), di Banda Aceh.

Coklik itu, Junaidi menjelaskan akan melakukan pencocokan 11 item data kependudukan pemilih, seperti nama, tempat tanggal lahir, statusnya kawin atau belum, disabilitas atau tidak, serta beberapa hal lainnya tentang kependudukan dan syarat untuk mendapatkan hak pilih.

KIP kabupaten/kota dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) serta panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat gampong, kata Junaidi, akan membentuk petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) untuk melakukan pencocokan data tersebut.

“Satu orang pantarlih nantinya akan mendatangi 300 orang di setiap rumah untuk mengecek KTP, KK, dan memastikan nomor kependudukannya. Jika tidak ada KTP, maka harus ada Suket (surat keterangan) yang dikeluarkan dinas kependudukan dan catatan sipil,” ujarnya.

Persoalan data pemilih, Junaidi menambahkan, merupakan tahapan yang paling krusial dan sering menjadi persoalan, karena pada pemilu sebelumnya banyak pemilih yang tidak terdaftar.

“Yang paling menjadi persoalan adalah pemilih yang berada di lembaga permasayarakatan (LP), karena banyak yang tidak ada KTP dan KK serta surat keterangan dari disdukcapil, maka diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah dan penyelenggara untuk mencari solusi persoalan ini dan pemilih yang belum terekam data kependudukannya,” ujarnya.

Soal permasalahan lainnya dalam melakukan pemutakhiran data pemilih, Junaidi menambahkan, petugas Pantarlih saat melakukan pengecekan dan medatangi pemilih, banyak warga yang tidak berada di tempat.

“Petugas nantinya harus berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mencari cara bagaimana menghubungi warga itu untuk memastikan data kependudukannya agar mendapatkan hak pilih nantinya,” kata Junaidi. “Ini menjadi tugas bagi penyelenggara untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan hak pilihnya.” [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here