Beranda Nanggroe Pemerintah Aceh dan BPJS Kesehatan Tandatangani Kerjasama JKA Plus

Pemerintah Aceh dan BPJS Kesehatan Tandatangani Kerjasama JKA Plus

228
BERBAGI

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari menandatangani kerjasama untuk program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tahun 2018 di ruang rapat wakil Gubernur Aceh, Rabu (28/3/2018).

Kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan BPJS Kesehatan merupakan kerjasama tahun ke 5 sejak era program JKN diselenggarakan oleh pihak BPJS Kesehatan. Pada tahun 2018, sebanyak lebih kurang 2 juta jiwa penduduk Aceh telah tercover kepesertaannya lewat program JKA Plus.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan dengan dukungan BPJS Kesehatan, Pemerintah Aceh berkomitmen sepenuhnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi rakyat. Keberadaan program JKA yang berintegrasi dengan JKN memberikan banyak kemudahan bagi rakyat Aceh dalam menjamin kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Dengan adanya dukungan dari BPJS Kesehatan tingkat kesehatan masyarakat Aceh semakin meningkat,” katanya.

Untuk kebutuhan pelayanan kesehatan, lanjut Nova, Pemerintah Aceh terus mengalokasikan anggaran untuk program ini. Pada 2017, pemerintah menganggarkan 580 milliar dan akan meningkat setiap tahunnya.

“Harapan kita dengan demikian kepesertaan BPJS di Aceh bisa semakin diperluas,” jelasnya.

Disisi lain, masih banyak yang harus dibenahi dan terus diperbaiki. Selain itu, sosialisasi harus lebih digencarkan dilakukan kepada masyarakat.

“Untuk itu kami meminta komitmen seluruh pihak, baik itu dari unsur pemerintah dan BPJS Kesehatan agar terus bekerja, sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa terus ditingkatkan,” harapnya.

Sementara Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari menyebutkan keberhasilan pelaksanaan program JKA Plus sangat tergantung pada peran Pemerintah Aceh, khususnya dalam hal peningkatan kualitas dan layanan pada fasilitas kesehatan setempat.

Selain itu, BPJS Kesehatan akan terus melakukan sosialisasi dan pemberian informasi seputar JKN-KIS kepada seluruh stakeholder terkait sehingga dapat memberikan persepsi dan pemahaman yang sama tentang pelaksanaan program JKN.

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah Aceh dalam mengintegrasikan program JKA Plus kedalam program JKN – KIS. Kami berharap apa yang dilakukan pemerintah Aceh dapat menjadi inspirasi serta motivasi pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten kota yang belum bergabung dengan BPJS Kesehatan,” harapnya.

Berdasarkan data terakhir hingga 28 Februari 2018, jumlah peserta JKN-KIS yang terdaftar di Aceh sebanyak 5.373.394 jiwa.

Dalam hal penyediaan layanan kesehatan, sampai dengan tanggal 28 Februari 2018, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 575 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Aceh yang terdiri atas 67 Dokter Praktik Perorangan, 164 klinik pratama, 341 puskesmas dan 3 Praktik Doter Gigi. Selain itu, di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 60 rumah sakit dan 8 fasilitas kesehatan penunjang (klinik utama) di seluruh wilayah Aceh. [Tommy]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here