Beranda Nanggroe Empat Kandidat Bersaing Perebutkan Kursi Ketua Umum PD Aceh

Empat Kandidat Bersaing Perebutkan Kursi Ketua Umum PD Aceh

BERBAGI
Sekretaris dan Bendahara Panitia MURA PD Aceh, Tgk. Marsyuddin Ishak dan Tgk. Sofian Suri. [Foto: RG]

BANDA ACEH – Dewan Pengurus Pusat Partai Daerah Aceh (DPP PD Aceh) akan menggelar Musyawarah Raya (MURA) pada 25-26 Maret 2018 di Asrama Haji, Banda Aceh. Dalam kegiatan tersebut, empat kandidat akan bersaing memperebutkan kursi ketua umum partai yang didirikan kalangan dayah itu.

“Hingga saat ini sudah empat calon yang mendaftar, namun pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (23/3). Dalam ketentuan AD/ART PD Aceh, para calon yang mendaftar harus mendapat dukungan minimal 5 kepengurusan wilayah,” ujar Sekretaris Panitia Musyawarah Raya PD Aceh, Tgk. Marsyuddin Ishak, Rabu sore (21/3/2018), di Kantor DPP PD Aceh.

Empat kandidat ketua umum PD Aceh yang telah mendaftar, kata Marsyuddin, adalah Tgk. Muhibussabri A. Wahab yang merupakan inisiator berdirinya PD Aceh, Tgk. Jamaluddin Thaib Ketua PD Aceh saat ini, Tgk. Muhibban yang merupakan Muhtasyar DPP PD Aceh, serta Tgk. Faisal yang merupakan Bendahara Umum PD Aceh.

“MURA ini dihadiri 5 pengurus wilayah dan 1 pengurus kecamatan dari 23 kabupaten/kota di Aceh, yang akan mendelegasikan satu suara untuk memilih ketua umum, selain suara yang akan diberikan pengurus pusat yang masing-masingnya satu suara berdasarkan setiap komisi di kepengurusan partai,” ujarnya.

Selain pemilihan ketua umum, Marsyuddin menjelaskan, dalam MURA PD Aceh tersebut juga akan dibahas AD/ADT partai, strategi pemenangan di 2019, serta mengkaji kembali peran PD Aceh di Pemerintahan Aceh.

“PD Aceh adalah partai penentu kemenangan Irwandi Yususf-Nova Iriansyah. Kami bermain di basis dayah dan menjadi pioner kemenangan itu. Karena program Irwandi adalah Aceh Bersyariat, maka kami akan mengkaji di mana peran PD Aceh nantinya dalam pembangunan Aceh lima tahun ke depan,” ujarnya.

Selain itu, kata Marsyuddin, dalam agenda MURA tersebut juga akan digelar seminar politik bagi para kader PD Aceh, yang rencananya juga akan dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

“Beliau adalah menteri dari kalangan santri, jadi kami mengundang beliau untuk berbagi pengalaman untuk kader-kader PD Aceh,” ujarnya. “Seminar ini akan menghadirkan empat pemateri yaitu Abdullah Puteh (mantan gubernur Aceh), Waled Husaini (Wakil Bupati Aceh Besar), Tu Sop (Pimpinan Dayah Babussalam Al-Ziziyah Djeunieb) , dan Amir Faisal Nek Muhammad (Pengusaha Aceh di Jakarta),” tambahnya.

Marsyuddin mengimbau kepada seluruh kader PD Aceh untuk meramaikan MURA yang diperkirakan akan dihadiri seribuan kader, pengurus, dan simpatisan PD Aceh tersebut. Beberapa ulama Aceh, kata Marsyuddin, juga akan menghadiri kegiatan MURA tersebut.

“Ini penting karena banyak pesan-pesan penting yang akan disampaikan dalam MURA untuk disampaikan nantinya ke masyarakat,” ujarnya. “Para kombatan juga akan hadir, karena ada beberapa yang sudah bargabung dengan kami,” tambahnya.

Sementara itu Bendahara Panitia MURA PD Aceh, Tgk. Sofian Suri, mengatakan dalam kegiatan itu nantinya juga akan dibahas perjalanan PDA yang berawal dari Partai Daulat Aceh berganti nama menjadi Partai Damai Aceh, hingga saat ini menjadi Partai Daerah Aceh.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan Partai Daerah Aceh bersama tiga partai politik lokal lainnya yaitu Partai Aceh (PA), Partai SIRA, dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) sebagai peserta pemilu 2019. Dalam penarikan nomor urut, PD Aceh mendapatkan nomor urut 17. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here