Beranda Nanggroe Soal Kinerja Wakil Aceh di Senayan, Mualem:  Nol Sama Sekali, Kita Rugi Lima...

Soal Kinerja Wakil Aceh di Senayan, Mualem:  Nol Sama Sekali, Kita Rugi Lima Tahun

406
1
BERBAGI
Muzakir Manaf. [Foto: Dok. AcehOnline]

BANDA ACEH – Masyarakat Aceh lima tahun terakhir telah mengirimkan sejumlah wakilnya menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ke Senayan. Namun, para wakil rakyat itu dinilai tidak memperjuangkan kepentingan Aceh di Pusat.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPRA-PA) Muzakir Manaf usai penutupan Musyawarah Besar Partai Ace ke II, Rabu, 14 Februari 2018, di Banda Aceh.

Mualem—sapaan akrab Muzakir Manaf– mengaku dirinya kecewa dengan kinerja para wakil rakyat Aceh di Senayan. “Nol sama sekali, rugi kita lima tahun ke belakang,” kata Mualem.

Pada pemilu 2014, Aceh mengirimkan 13 anggota DPR-RI dan empat anggota DPD-RI. Para anggota DPR-RI asal Aceh adalah Teuku Riefky Harsya, Muslim, Nasir Djamil, Fadhullah, Muslim Ayub, M. Salim Fakhri, Irmawan, Bachtiar Aly, Tagore Abubakar, Khaidir, Anwar Idris, Firmandez, dan Zulfan Lindan. Sedangkan empat anggota DPD-RI asal Aceh yaitu Fachrul Razi, Ghazali Abbas Adan, Sudirman (Haji Uma), dan Rafly.

Menurut Mualem, seharusnya para wakil rakyat Aceh di Jakarta memperjuangkan kepentingan Aceh dan nasib dari realisasi butir-butir perjanjian damai RI-GAM yang dikenal dengan MoU Helsiki, yang menurutnya hingga kini tidak kunjung adanya penyelesaian. “UUPA dan MoU Helsinki harus diperjuangkan. Ini nyawa Aceh,” ujarnya.

Berangkat dari persoalan itu, kata Mualem, Partai Aceh ke depan dalam hal mengirimkan wakil-wakilnya ke senayan dan koalisi dengan partai nasional tidak lagi akan gegabah.

“Mereka harus komitmen dengan Aceh, jangan lepas begitu saja seperti yang sudah- sudah.  Kami sudah berpengalaman. Jadi mereka harus betul-betul komitmen, kepentingan Aceh apa dan UUPA yang belum selesai bagaimana,” ungkap Mualem.

Mengenai arah koalisi, Mualem mengaku belum menentukan partai-partai nasional yang akan digunakan sebagai ‘kendaraan’ para kader Aceh ke Senayan.

“Kami sedang membangun komunikasi dengan partai-partai yang tergabung di Koalisi Aceh Bermartabat (KAB). Salah satunya adalah Gerindra pastinya,” ujarnya.

Ke depan, Mualem menambahkan, Partai Aceh ingin melakukan perubahan semaksimal mungkin. PA akan mempererat dan membangun rasa persaudaraan sesama di masyarakat. Untuk 2019, Mualem menargetkan Partai Aceh meraih 50 persen dari total jumlah kursi.

Sementara itu Politisi Partai Aceh Tgk. Muharuddin ketika ditanyai mengenai kabar rencana dirinya menuju Senayan di 2019 mengatakan hal itu tergantung dari perintah partai.

“Kalau saya secara pribadi sebenarnya memilih untuk beristirahat. Tapi kami kan ada pimpinan partai, apakah nantinya disuruh istirahat atau disuruh ke DPRA, itu tergantung dari keputusan partai. Kalau ke Senayan saya tidak berminat,” ujarnya.

1 KOMENTAR

  1. Sikap Tegas dan kritis yang objektif seperti itu lah yang kami harapkan selama ini dari sosok mualem (Muzakir manaf) selaku pemimpin atau orang nomor satu dalam tubuh Partai Aceh saat ini.
    #banggaan bak mualem ateuh sikap yang meu aneuk Agam.
    #Semoga dibawah garis komando mualem yang “baru” Aceh mencai harapan dan cita-cita yang tertunda amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here