Beranda Politik Pilih Ketua Umum Baru, Partai Aceh Gelar Mubes

Pilih Ketua Umum Baru, Partai Aceh Gelar Mubes

183
0
BERBAGI
Konferensi pers persiapan Mubes Partai Aceh ke II.

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh menggelar Musyawarah Besar untuk memilih ketua umum baru. Mubes Partai Aceh ke II itu digelar karena kepemimpinan Muzakir Manaf untuk masa jabatan 2013-2018 telah berakhir.

“Mubes ini akan digelar pada 12 Februari mendatang di Kyriad Hotel Banda Aceh. Sebelum Mubes, DPA-PA akan menggelar peringatan Maulid Akbar di Amel Conventions Hall,” kata Ketua Organizing Committee Mubes Partai Aceh ke II, Tgk. Muharuddin, Selasa (6/2/2018), di Banda Aceh.

Tgk. Muharuddin menjelaskan Mubes Partai Aceh tersebut akan dihadiri oleh pengurus pusat partai Aceh (DPA-PA), serta para perwakilan pengurus wilayah yang masing-masingnya berjumlah 7 orang.

“Dari pengurus wilayah akan dihadiri oleh ketua partai, sekretaris partai, serta bendahara. Sedangkan dari unsur Komite Peralihan Atjeh dua orang yaitu ketua dan gubernur wilayah. Serta pewakilan MUNA dan Putroe Aceh,” ujarnya. “Mubes ini juga akan dihadiri para Mu’alimin yang merupakan eks Tripoli (kombatan GAM yang latihan di Libya).”

Dalam Mubes, kata Tgk. Muhar, selain pemilihan ketua, juga akan dibahas mangenai kriteria calon legislatif yang akan diusung Partai Aceh di Pemilu 2019 mendatang, serta restrukturisasi kepengurusan partai baik tingkat pusat maupun wilayah.

Ketika ditanyai ada berapa kandidat yang maju sebagai calon ketua partai, Wakil Stering Commitee Mubes Partai Aceh yang juga Wakil Ketua DPA-PA, Kamaruddin Abubakar mengatakan saat ini baru satu kandidat yang muncul dalam pencalonan sebagai ketua umum Partai Aceh yang baru, yaitu Muzakir Manaf (Mualem).

“Beberapa hari ke depan bisa saja bertambah. Di rapat kemarin, Mualem telah mengatakan Mubes ini adalah proses rekonsiliasi dan demokrasi di Partai Aceh. Mualem mempersilakan kader-kader partai untuk mencalonkan diri,” ujar Kamaruddin yang akrab disapa Abu Razak ini. “Jadi Partai Aceh terbuka, siapapun kader yang ingin maju silakan. Masih ada waktu (untuk mencalonkan diri) hingga Mubes dilaksanakan.”

Ketika ditanyai apakah Abu Razak berencana untuk mencalonkan diri, dirinya tidak memberikan jawaban yang pasti. “Kalau ada perintah dan restu ya terserah (bisa saja). Tapi saya istikharah dulu, apakah maju atau tidak. Ini masih ada waktu tiga atau empat hari,” ujarnya. “Yang jelas Partai Aceh terbuka dan demokrasi.”

Mengenai kaderisasi, kata Abu Razak, Mualem telah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada kader Partai Aceh, baik dari dewan, bupati, maupun pengurus partai untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum. “Bisa saja dalam dua hari ini ada ‘jagoan’ baru,” ujarnya. “Tapi yang terpenting adalah Mubes dapat berjalan dengan baik, dan semua kader dapat merapatkan barisan,” ujarnya.

Tgk. Muharuddin menambahkan, dalam Mubes bisa saja nantinya diputuskan secara aklamasi, namun bisa saja ada kader partai yang lain maju sebagai calon ketua umum. “Jadi siapa saja kader partai bisa mencalonkan diri,” ujarnya.

Mengenai apakah pencalonan Mualem atas inisiatif sendiri atau dorongan pihak lain, Sekretaris Organizing Committee Mubes Partai Aceh, Iskandar usman Al-Farlaky mengatakan majunya kembali Mualem sebagai calon ketua umum, karena desakan dari mayoritas pengurus wilayah baik PA maupun KPA. “Jadi banyak kader-kader yang ingin Mualem kembali memimpin Partai Aceh,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here