Tentara Israel Tembak Mati Pria Palestina dalam Bentrokan di Tepi Barat

    216
    0
    BERBAGI
    Ilustrasi militer israel tembak warga palestina.[Detik]

    TEPI BARAT – Tentara Israel menembak mati seorang pria Palestina dalam bentrokan terbaru di Tepi Barat. Militer Israel menggunakan peluru sungguhan untuk menanggapi aksi protes warga Palestina di Tepi Barat.

    Dituturkan sejumlah pejabat kesehatan Palestina, seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (16/1/2018), bahwa warga Palestina yang tewas diidentifikasi bernama Ahmed Saleem (24). Dia ditembak mati di Jayyous, dekat kota Qalqilya, Tepi Barat pada Senin (15/1/2018) waktu setempat.

    Media-media Palestina menyebut Saleem tewas dalam bentrokan di dekat pagar yang memisahkan Israel dan Tepi Barat.

    Dalam pernyataannya, militer Israel menyatakan pihaknya masih memeriksa laporan tewasnya seorang warga Palestina itu. Namun militer Israel mengakui pihaknya menanggapi aksi protes warga Palestina dengan peluru sungguhan dan cara-cara memecah massa lainnya.

    Militer Israel juga menyebut puluhan warga Palestina melempari tentara Israel dengan batu.

    “Sebagai respons atas aksi kekerasan itu, para tentara menanggapi dengan cara-cara memecah massa dan peluru sungguhan,” demikian pernyataan militer Israel.

    Ketegangan di wilayah Palestina dan sekitarnya meningkat sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017. Bentrokan antara demonstran Palestina dan tentara ISrael di Tepi Barat dan sepanjang perbatasan Israel-Gaza pecah beberapa kali sejak saat itu.

    Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara mereka di masa depan. Israel merebut Yerusalem Timur pada perang tahun 1967 silam dan mencaploknya dalam langkah yang tidak diakui secara internasional. Israel menanggap keseluruhan Yerusalem sebagai ibu kota abadinya.

    Total 18 warga Palestina dan satu warga Israel tewas dalam rentetan protes terhadap keputusan Trump itu. Meskipun para pengamat menilai Israel maupun Palestina sama-sama tidak ingin konflik besar kembali pecah.[Detik.com]

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here