Beranda Opini Tomat, Senjata Melawan Radikal Bebas Pada Lansia

Tomat, Senjata Melawan Radikal Bebas Pada Lansia

BERBAGI

Pada zaman ini, terutama di kota-kota besar ketika tingkat polusi sangat tinggi, antioksidan sangat  dibutuhkan. Beban oksidatif dalam tubuh di lingkungan semacam itu jauh lebih tinggi dibandingkan di tempat dengan tingkat polusi rendah. Tubuh Anda tidak secara alami dapat memproduksi antioksidan sesuai kebutuhan sehingga Anda perlu mengkonsumsi cukup makanan dengan kandungan antioksidan tinggi.

Untuk memerangi radikal bebas, disarankan untuk mengkonsumsi cukup makanan yang mengandung antioksidan tiap harinya, salah satu tanaman yang mengandung antioksidan dari buah dan sayuran yaitu tomat, sangatlah ampuh dalam menangkal radikal bebas yang mau masuk ke dalam tubuh, membuat Anda tidak mudah terkena penyakit pada usia lanjut.

Menurut WHO lansia itu dibagi beberapa kelompok usia, yaitu usia pertengahan (middle age) 45-59 tahun, usia lanjut (the elderly) 60-74 tahun, usia tua (the old) 75-90 tahun dan usia sangat tua (the very old) diatas 90 tahun. Penuaan merupakan proses yang saling berhubungan dan mengalami akumulasi sampai terjadi perubahan yang nyata pada fisiologi tubuh. Proses penuaan ini berhubungan dengan berbagai faktor antara lain asupan nutrisi yang kurang, imunitas yang menurun, penyakit kronis dan peningkatan konsumsi obat-obatan.

Dewasa ini perhatian terhadap antioksidan alami dan hubungannya terhadap kesehatan semakin tinggi. Salah satu sumber antioksidan alami yang sangat potensial adalah antioksidan yang berasal dari tanaman. Agar dapat bertahan hidup, tanaman memproduksi sejumlah komponen antioksidan untuk melawan molekul radikal bebas.

Beberapa penelitian menemukan kadar radikal bebas lebih tinggi pada lansia dibandingkan dewasa. Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh tidak bisa mengkompensasi penumpukan radikal bebas tersebut karena pertahanan antioksidan seluler yang menurun. Penumpukan radikal bebas dapat menyebabkan reaksi rantai radikal yang berbahaya berupa kerusakan sel. Radikal bebas akan mengganggu metabolisme sel. Hal ini menyebabkan terjadinya mutasi sel sehingga mempercepat kematian.

Radikal bebas merupakan suatu molekul atau senyawa yang memiliki elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas memiliki pasangan elektron bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat maupun DNA. Molekul ini tidak stabil dan reaktif terhadap molekul lain yang berada di dekatnya. Elektron yang tidak berpasangan tersebut berusaha mencari elektron lain untuk berpasangan. Molekul lain berubah menjadi tidak stabil karena satu atau lebih elektron miliknya diambil. Proses ini terus berlangsung hingga menyebabkan kerusakan pembentukan radikal bebas.

Radikal bebas dapat dihasilkan dari endogen dan eksogen. Sumber radikal bebas endogen dapat melalui autoksidasi, oksidasi enzimatik, fagositosis dalam respirasi, transpor elektron di mitokondria, oksidasi ion-ion logam transisi, atau melalui proses iskemia (ketidakcukupan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh).

Sumber radikal bebas eksogen didapat dari asap rokok, sinar ultraviolet, zat kimia dalam makanan dan populasi lain.  Radikal bebas ini terbentuk dari berbagai mekanisme reaksi. Pembentukan awal radikal bebas melalui proses inisiasi, lalu terbentuknya radikal baru (propagasi) dan tahap terakhir (terminasi), yaitu pemusnahan atau pengubahan menjadi radikal bebas stabil dan tidak reaktif.

Makanan yang Anda makan dengan mudah teroksidasi atau menginduksi oksidasi sehingga terbentuk radikal bebas. Salah satu buah atau sayuran penghasil antioksidan yaitu tanaman tomat, sudah secara luas diakui khasiatnya, rasanya yang manis asam dan segar membuatnya cocok sebagai pelengkap masakan.

Tanaman tomat merupakan salah satu sumber penghasil antioksidan sebagai metabolit sekunder dihasilkan oleh tanaman tomat untuk melawan radikal bebas. Tomat mengandung likopen, B karoten dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan. likopen dan B karoten merupakan karotenoid terkuat sebagai antioksidan yang dapat menurunkan kerusakan oksidatif.

Hal ini disebabkan karena likopen, dan B karoten yang terdapat dalam tomat memiliki dua fungsi sebagai antioksidan, yaitu quenching active oxygen species clan radical scavenging. Quenching active oxygen species merupakan mekanisme pertahanan pertama yang bertujuan menekan pembentukan radikal bebas. Mekanisme pertahanan ini membuat active oxygen species menjadi tidak aktif.

Radical scavenging merupakan mekanisme pertahanan kedua yang bertujuan untuk menangkap radikal bebas dengan cara menghambat rantai inisiasi dan memutuskan rantai propagasi. Vitamin C yang terdapat dalam tomat bekerja sebagai antioksidan dengan cara radical scavenging. Vitamin C juga memegang peranan penting dalam mendaur ulang vitamin E dan antioksidan yang lain.

Likopen dan B karoten yang terdapat dalam tomat berkaitan dengan matriks dan tidak mudah lepas. Matriks ini akan dilepaskan dalam tubuh. Selanjutnya enzim pada lambung akan merubah konfigurasi kimia trans menjadi isomer cis. Bentuk konfigurasi kimia yang terbesar dalam tomat adalah bentuk trans, sedangkan tubuh lebih banyak mengandung isomer cis. Bentuk cis ini akan lebih mudah diserap oleh tubuh karena rantainya yang lebih pendek dan mudah larut.

Likopen merupakan bagian dan karotenoid yang merupakan pigmen berwama kuning, merah dan orange yang larut lemak. Warna likopen yang merah berhubungan dengan ikatan rantai karbon ganda. Masing-masing ikatan ini menurunkan kebutuhan energi elektron sehingga molekul menjadi lebih mudah menyerap cahaya. Likopen menyerap spektrum cahaya yang terlihat sehingga berwama merah. Likopen merupakan karotenoid terkuat sebagai antioksidan.

Karotenoid jenis ini tidak memiliki aktivitas pro-vitamin A. Fungsi likopen tidak disebabkan karena aktivitas vitamin A melainkan aktivitas antioksidan. Likopen berfungsi sebagai penangkap singlet oksigen. Singlet oksigen (bentuk reaktif dari oksigen) merupakan radikal bebas yang sangat reaktif. Reaksi likopen dengan singlet oksigen akan membuat singlet oksigen menjadi stabil.

Beberapa studi epidemiologis meneliti hubungan antara kejadian penyakit jantung, kanker dan penyakit kronis lainnya dengan asupan likopen. Kapasitas antioksidan yang kuat pada likopen dapat mencegah terjadinya oksidasi akibat radikal bebas pada LDL (Low-density lipoprotein) kolesterol (lemak jahat), sehingga mencegah terjadinya penyakit jantung. Stress oxidatif diakui menjadi penyebab utama terjadinya penyakit jantung dan kanker. Vitamin C yang terdapat dalam tomat dapat langsung diabsorpsi melalui mekanisme difusi pasif di mulut dan lambung.

Perlu kita ketahui bahwa  kandungan likopen pada tomat secara signifikan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya letak geografis, teknik budidaya tomat, kondisi iklim dan tingkat kematangan buah tomat. Masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi rata-rata 1,86 mg likopen per hari. Oleh karena itu, jika dalam setiap 100 gram tomat mentah rata-rata mengandung likopen 3-5 mg.

Likopen tidak disintesis di dalam tubuh manusia tetapi fluktuasi keberadaannya dalam serum maka dalam sehari idealnya mengkonsumsi 200 gram tomat agar mampu mengurangi risiko terkena kanker sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi saos tomat lebih efektif meningkatkan bioavailabilitas likopen dalam tubuh dibandingkan dengan mengkonsumsi tomat segar.

Keberadaan likopen akan meningkat dalam produk olahan tomat dibandingkan dalam tomat segar. Hal ini disebabkan karena struktur kimia dari likopen itu sendiri. Likopen secara alami dalam tumbuhan berada dalam bentuk konfigurasi trans yang secara termodinamik adalah bentuk yang stabil.

Dalam kehidupan sehari-hari konsumsi tomat masih sangat minim dan belum menjadi kebutuhan yang penting bagi kesehatan masyarakat. Selain itu pemanfaatannya juga masih secara sederhana dan tanpa pengetahuan pengolahan yang tepat terhadap tomat sehingga diperoleh hasil kandungan tomat yang tidak optimal.

Selama ini pemakaiannya hanya sebatas dimakan secara langsung sebagai lalap dan sayuran, belum melalui pengolahan yang baik dan tepat. Kandungan tomat yang begitu bermanfaat dalam tubuh, sebaiknya tomat dapat dibudidayakan dengan baik, ditempat yang geografis dan iklimnya baik serta dipanen pada saat tingkat kematangan buah tomat yang baik.

PENULIS: Zakiaturrahmi,  Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Mahasiswa S2 Ilmu Kedokteran Dasar Universitas Padjadjaran.

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here