Beranda Nanggroe Pemerintah Aceh dan BPJS Kesehatan Teken Adendum Kerjasama Program JKA

Pemerintah Aceh dan BPJS Kesehatan Teken Adendum Kerjasama Program JKA

BERBAGI
Ist

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menandatanggani adendum kerjasama program Jaminan Kesehatan (JKA) 2017. Penandatangganan adendum Program Kerjasama JKA itu ditandatanggani Gubernur Aceh Irwandi Yusud bersama Deputi Direksi BPJS Kesehatan Aceh-Sumut, Dr Budi Muhammad Arief di Banda Aceh, Selasa (26/12/2017)

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melalui Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr.Hanif menyebutkan perpajangan kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk mengintegrasikan program JKA ke dalam JKN-KIS. Sebanyak 2 juta jiwa masyarakat yang tersebar di 23 kabupaten kota di Aceh akan dijamin kesehatannya oleh Pemerinta Aceh. Mereka akan memiliki akses ke fasilitas pelayanan kesehatan provider BPJS kesehatan seluruh Indonesia.

“Ini bukti dari komitmen pemerintah Aceh dalam menjamin pelayanan kesehatan masyarakat Aceh khususnya masyarakat miskin dan tidak mampu, agar tidak memiliki hambatan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Hanif.

Sementara Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Utara dan Aceh Budi Mohamad Arief menyampaikan apresiasi langkah konsisten pemerintah Aceh dalam memberikan dukungan secara berkelanjutan terhadap implementasi program kesehatan di Indonesia. Komitmen Pemerintah Aceh ini dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi Pemerintah daerah lainya yang sudah maupun bergabung dengan BPJS Kesehatan.

“Keberhasilan pelaksanaan program jaminan kesehatan di Aceh sangat bergantung pada peran pemerintah Aceh, khususnya dalam hal peningakatan kualitas dan layanan fasilitas kesehatan,” kata Budi.

Sebagai upaya mewujudkan cita-cita Universal Health Coverage (UHC) pada 2019, diperlukan dukungan dan komitmen pemerintah Daerah di seluruh Indonesia khususnya dalam hal mengintegrasikan program jaminan kesehatan didaerahnya ke dalam program JKN-KIS.

“Pemerintah Aceh salah satu pemerintah daerah yang mengintegrasikan jaminan kesehatan secara konsisten dan berkelanjutan melaluk JKA,” ucapnya.

Pengelolaan program JKA oleh BPJS Kesehatan sendiri dimulai pada Juni 2010 dengan jumlah kepesertaan mencapai 1.750.327 jiwa, dimana saat itu BPJS Kesehatan masih berstatus PT Askes. Kini memasuki tahun kelima sejak Era BPJS Kesehatan jumlah kepersertaan mencapai 2.009.031 jiwa

“Jumlah kepesertaan tersebu telah meningkat, berdasarkan data terakhir 22 Desember 2017, jumlah keperseraan JKN KIS yang terdaftar di Aceh sebanyak 5.252.788 jiwa,” ungkapya.

Dalam hal penyediaan layanan kesehatan, lanjut Budi, pada awal Desemberr 2017, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 548 fasilitas keseahtan tingkat pertama (FKTP) yang terdiri dokter praktek perorangan, klinik pratama dan puskesmas.

“Selain itu di tingkat fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 61 rumah sakit dan 6 fasilitas kesehatan penunjang (klinik utama) di seluruh Aceh,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Utara dan Aceh Budi Mohamad Arief. [Tomy]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here