Beranda Nanggroe BKIPM Aceh dan BKSDA Sosialisasi Spesies Ikan Berbahaya

BKIPM Aceh dan BKSDA Sosialisasi Spesies Ikan Berbahaya

118
0
BERBAGI
Ist

BANDA ACEH – Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh bersama Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh melakukan sosialisasi dan operasi bersama pada pedagang ikan hias di Kota Banda Aceh, Selasa (19/12/2017).

Kepala BKIPM Aceh, M Darwin Syah Putra melalui Kasi Pengawasan Pengendalian dan Informasi (Wasdalin), Hudaibiya Al Faruqie mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pihaknya berkaitan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 41/PERMEN-KP/2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

”Masih ada kita temukan Ikan Cichlidae dari berbagai spesies dan Silver dollar (Metynnis argenteus) masih dijual di gerai-gerai ikan hias,” katanya.

Uki–sapaan Hudaibiya Al Faruqie juga mengatakan sosialisasi ini sangat penting diketahui masyarakat luas, ini dikarenakan ada beberapa jenis ikan yang dilarang masuk ke Indonesia bahkan sudah ada di Aceh salah satunya ikan Buaya (Atractosteus sp.).

Tak hanya itu, kata Uki, hasil pemantauan BKIPM Aceh juga ditemukan Lobster Tawar di danau laut Tawar Aceh Tengah dan Danau Aneuk Laot Sabang. Jenis lobster tersebut merupakan jenis lobster asal Australia.

“Ikan buaya kita temukan pada 2016 lalu di saluran irigasi Aceh Timur. Keberadaan ikan ini dikhawatirkan bisa merusak habitat dan perkembangan ikan asli Aceh seperti ikan depik,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk jenis-jenis ikan predator maupun jenis yang dilarang, tidak dilepaskan ke perairan umum.

“Apabila sudah tidak sanggup lagi dipelihara lebih baik dimusnahkan saja jangan dilepas ke perairan umum karena bisa merusak habitat ikan lainnya,” ungkap Uki. [Tomy]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here