Beranda Lingkungan Pesisir Pidie Dihantam Pasang Purnama

Pesisir Pidie Dihantam Pasang Purnama

82
0
BERBAGI

SIGLI – Belasan rumah warga Desa Geuteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, terancam abrasi menyusul pasang purnama. Warga setempat memperkirakan puncak pasang purnama akan terjadi tiga hari ke depan.

“Sudah 200 meter lebih pantai ditelan laut, akibat abrasi pasang purnama. Dan masyarakat Geuteng Barat sangat trauma karena tiga hari ke depan masih di bawah ancaman pasang purnama,” kata Saibun, warga Geunteng Barat, Senin (4 /12/2017).

Selain akibat hantaman gelombang pasang purnama, juga terjadinya perubahan arus muara yang mengarah tepat belakang desa mereka, sehingga gelombang pasang menghantam pantai yang dipadati rumah penduduk.

Dikatakan Saibun, jauh hari sebelumnya sekitar tahunÿ 2011 pernah dibangun tanggul laut dengan menggunakan batu gajah. Namun hanya sekitar 300 meter saja, sedangkan 500 meter lagi kawasan pantai padat penduduk tidak dibangun, padahal dekat sekali dengan muara.

“Kondisi ini sudah kita laporkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie, tetapi hingga kini belum ada realisasi pencegahan meski mereka (Pemerintah) telah berjanji akan menindaklanjuti permasalahan abrasi pantai tersebut,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan warga setempat M Daud seraya menunjukkan titik-titik kawasan yang dihantam pasang purnama, antaranya, dua rumah milik penduduk setempat, dan sejumlah kebun danÿjalan desa sekitar 200 meter telah amblas ke muara, akibat hantaman gelombang.

“Berdasarkan perkiraan kami, kondisi puncak pasang purnama terjadi tiga hari ke depan. Jika angin timur berhembus maka gelombang pasang akan tinggi dan langsung menghantam pemukiman penduduk,” katanya lagi.

Penduduk setempat berharap Pemkab Pidie segera mungkin menanggulangi persoalan abrasi, sebelum pemukiman penduduk Geuteng Barat ditelan laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pidie Apriadi mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya untuk melakukan percepatan penanggulangan bencana abrasi pantai di Desa Geuteng Barat, Kecamatan Batee.

Menurut Apriadi, pada awal September lalu, abrasi sudah mulai terjadi di Desa Geuteng Barat, dan BPBD atas permintaan masyarakat, mengerahkan satu unit escavator untuk mengeruk bagian yang dangkal di muara Kuala Batee.

Namunÿ sepekan ini, mulut muara kembali berubah arah tepat mengarah di belakang pemukiman penduduk,ÿkemudian pada Jumat malam pekan lalu, gelombang pasang purnama menghantam pemukiman penduduk.

“BPBD Pidie sudah menerima laporan abrasi tersebut dan telah dilakukan observasi kondisi terkini dan telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Aceh atau BPBA,” katanya.

Lanjut Apriadi, Selain laporan ke BPBA, juga sudah diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan mengusulkan pemasangan batu gajah di sepanjang muara Kuala Batee tersebut.

Namun menurut pihak BNPB, usulan pembangunan batu gajah tanggal pantai, tidak mungkin Saat ini, karena pembangunan tanggul pantai tidak bisa dikategorikan ke dalam tanggap darurat tetapi sebagai kegiatan reguler BNPB.

“Untuk laporan akurat kondisi Desa Geuteng Timu. BPBD Pidie, telah menghubungi Jarwansyah yang menangani Bidang Kedaruratan BNPB untuk meninjau langsung ke lokasi, guna melihat kondisi Desa Geuteng Timu. Dan setelahnya, kita berharap dapat direkomendasi untuk penanganan segera melalui BNPB,” ungkap Apriadi. [Zuki]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here